Sejarah dan Asal-usul Bunga Tulip

Posted on

bunga tulip adalah bunga yang juga kami sediakan di toko bunga kami yang melambangkan rasa cinta dan estetika dunia. Kecantikan format dan penampilan warnanya sangat sulit ditunjukkan. Bunga yang identik dengan negeri Belanda ini seperti itu digemari hampir oleh seluruh umat manusia. Setiap tahun lebih-lebih pada ketika musim dingin (Maret sampai April), ribuan turis berbondong-bondong mengunjungi negeri Belanda cuma sekadar untuk dapat memandang estetika bunga bernama latin Tulipa prominence ini. Kota yang senantiasa dikunjungi untuk memandang estetika tulip di negeri Belanda adalah kota Anna Paulowna. Kota ini berlokasi di Belanda Utara (Noord Holland). Di kota ini, banyak terdapat taman-taman bunga tulip yang menawarkan panorama estetik khas kebun bunga tulip.

Asal-usul Bunga Tulip
Kendati sangat identik dengan negeri Belanda, ternyata bunga tulip bukanlah bunga orisinil Belanda. Bunga ini hakekatnya berasal dari Asia Tengah. Bunga tulip dahulunya dalah bunga yang tumbuh secara liar di wilayah Pegunungan Pamir, stepa di Kazakhstan, dan Pegunungan Hindu Kush. Sebab keindahannya dan kecantikannya, bunga tulip kemudian mampu memikat Kerajaan Ottoman Turki, sehingga pada tahun 1080 mereka mulai membudidayakannya.

Sebab kecantikannya, bunga tulip kemudian mulai populer dan pembudidayaannya merambah tempat-tempat lain di sekitaran Asia Tengah, seperti Rusia, pesisir Laut Hitam, dan Krimea. Kepopuleran ini terjadi karena bunga tulip seringkali disanjung-sanjung dalam pelbagai puisi. Pada abad ke 12 contohnya, Omarr Khayam membikin sebuah puisi berjudul “Tulip Bunga Surga”. Berikutnya, pada abad ke 13, estetika bunga tulip dihasilkan penggalan syair oleh beberapa penyair sufi. Hingga akibatnya pada tahun 1500-an, tulip mulai dikenalkan ke Austria (Eropa Timur), dimana pada ketika itu, tempat ini berada di bawah kekuasaan Turki Ustmany.

Sejarah Bunga Tulip
Pada tahun 1592, seorang duta besar Austria adalah Ogier Ghiselain de Busbecq membawa koleksi biji bunga tulip dari Wina. Biji-biji hal yang demikian kemudian diberikan terhadap temannya yang seorang spesialis perkebunan Belanda adalah Carolus Clusius. Biji-biji hal yang demikian kemudian ditanam dikebun praktik Universitas Leiden, Belanda pada tahun 1593.Sebab hal itu, Carolus Clusius dikemudian hari menjadi tokoh besar dalam sejarah bunga tulip di Eropa.

Carolus sangat tertarik dengan estetika bunga tulip yang ditanamnya dahulu sebelum masuk ke toko toko bunga. Berbekal pengetahun yang dimilikinya, Carolus kemudian mengerjakan penelitian untuk mendapat variasi warna bunga tulip baru. Penelitianpun sukses, beberapa variasi warna tulip baru didapat Carolus. Tampilan bunga tulip yang mulanya telah indah, kian menjadi lebih indah berkat penelitian yang dilakukan oleh Carolus. Mengamati estetika warna hal yang demikian, banyak orang-orang disekitar Carolus yang berkeinginan membeli bunga hasil penelitinnya itu. Sebagian besar justru mengharapkan Carolus menjual benih bunga tulip hal yang demikian untuk dibudidayakan kembali. Dan semenjak ketika itulah bunga tulip menjadi populer di negeri Belanda. Semenjak ketika itu jugalah, sudut-sudut kota dipenuhi dengan panorama bunga tulip yang indah dan indah.

Bunga tulip ketika kami menyediakan nya di toko bunga kami, ini telah berkembang menjadi lebih dari 3.000 varietas dengan variasi warna dan format yang berbeda-beda. Dan belanda menjadi satu-satunya negara produsen bunga tulip. Produksi bunga tulip diimpor ke seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *